Ingatkah Aku?

4:55 pm

Aku memandang sosok mu yang terpampang di layar kotak persegi empat di depan ku. Ya itu kau, bukan sekedar hayalan ku saja. Kau terlihat lebih matang dan tetap setampan dahulu, bahkan lebih dengan bertambahnya usia mu. Kau sudah terkenal rupanya. Kupandang putri kita yang sedang asik menggambar dengan ayahnya, "Akankah ia mewarisi bakat mu?" Bisik ku dalam hati.

Tahukah kau? Penginapan tempat mu menginap saat berada disini hanya tersisa bangunan tua tak terurus. Tanaman merambati  setiap senti dindingnya, jendelanya telah menjadi keping-keping, dan pintunya telah lama raib. Kelelawar serta tikus telah menempatinya sebagai hak milik. Kakek dan nenek pemiliknya sudah tiada, sang pewaris tak menginginkan penginapan tua ditempat terpencil ini; maka ia membiarkan waktu menghancurkannya.

Aku ingat pertemuan pertama kita, selalu mengingatnya.
Kau datang ketempat ini dengan misi menenangkan diri, menyepi dari hiruk pikuk kota dan paksaan dari orangtua mu yang menentang bakat mu, setidaknya itulah yang kau katakan pada ku. Bermodal kenekatan dan tabungan yang kau miliki, kau kabur membawa mimpi-mimpi mu kesini. "Aku mencintai desa yang tenang dan indah ini", kata mu saat itu. Ah ya... kita bertemu pertama kali saat aku mengantar pesanan makanan untuk penginapan itu. Kau membantu ku yang kepayahan membawa bungkusan makanan. Lalu pertemuan-pertemuan selanjutnya dan selanjutnya. Semuanya terparti dalam otak ku. Ingatkah kau dengan ku?

Aku memandang mu layaknya seorang pangeran yang datang dari negeri antah berantah. Kau menjadi candu untukku. Bersamamu semuanya seakan melayang dan sempurna. Gadis desa sepertiku tak mampu menolak pesona mu. Dikamar penginapan itu, jauh dari pandangan orang-orang, kau sering mendongeiku tentang mimpi-mimpi mu, harapan-harapan mu, dan tentang kita. Tentang rumah yang akan kita miliki dan anak-anak yang akan meramaikan rumah itu.

Dunia serasa gelap saat kau pergi tanpa ucapan selamat tinggal atau secarik pesan pun. Kau bagai hilang ditelan kegelapan itu. Dihari yang sama saat aku menyadari kehamilan ku. Langit seakan runtuh dikepala ku. Meninggalkan kehawatiran dan kepala yang semakin sakit ditengah pikiran yang menjalin kusut. Apa yang dapat dilakukan gadis desa sepertiku saat menghadapi kejadian ini? Ditengah sebuah desa yang berpegang kuat akan normanya?

Jawaban itu atau mungkin jalan termudah kuraih datang dari dia. Dia yang merupakan kakak sahabatku. Yang telah menyimpan rasa teramat dalam pada ku. Dia melamar ku seminggu setelah kepergian mu. "Apakah ini jalan keluar untuk permasalahan ku?" Tanya ku saat itu. Telah seminggu aku dicekam ketakutan dan kabar darimu pun tak kunjung datang. Aku panik! Aku menggapai sebuah jalan termudah yang dia ulurkan pada ku. Meskipun malam-malam selalu terasa sangat panjang dan menyiksa ku pada kerinduan tentang mu.



_Makassar, Senin 11 April 2011
12.33 am




You Might Also Like

8 comments

  1. wah pertamax saya...

    hahahahhaha...

    salam kenal....

    semoga saya tidak mengganggu ketenangan blog kamu

    kayakny saya akan sering mampir

    ReplyDelete
  2. Saya mencari-cari berharap ada sambungan dari ceritanya....tapi gak ada....

    Ceritanya sangat menarik Mbak...bisa di aksih lanjutannya...ntar kabarin yah, he he he he

    ReplyDelete
  3. Rohani: Silahkan mampir-mampir jangan lupa bawa kue ya :p

    Bisnis Oriflame: Saya bingung mau nyapanya gimana ._.
    Dibilang lanjutan si gak ada, tapi nanti ada versi cowoknya dan suaminya serta anaknya :) Doakan aja cepat selesainya ya mbak.

    ReplyDelete
  4. Penasaran aku Dwi, apa sih bakat tuh cowok sampai gag didukung sama orangtuanya?

    ReplyDelete
  5. blog yang menghiburrr ...
    saya senang skalii dengan blog ini ..
    salam kenal kak ..

    ReplyDelete
  6. Hata: Duh bu’ dparagraf pertamakan ada yg ia liat anakx menggambar, trus dy blng “akankah ia mewarisi bakatmu?” nah! si cow bakatx melukis (_ _”)

    Rhyfhad: Makasih... hehehe. salam kenal juga ya :)

    ReplyDelete
  7. o.o Dag saya perhatikan Dwi

    Hehhe, Lanjutkan Dwi!

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad