Susah Jadi Perawan Tua

12:58 am

Susah. Ketika menikmati kelajangan dan pekerjaan terlebih dahulu, tanpa sadar waktu membawa lari umur ku.
Susah. Ketika satu persatu saudara menikah kemudian satu persatu keponakan yang turut menikah. Menyisakan bisik-bisik disekelilingku.
Susah. Ketika satu persatu rumah ini ditinggal pergi dengan penghuninya. Meninggalkan diri sendiri dan sepi dalam kesendirian dan ketidaknyamanan.
Susah. Ya memang susah! Ketika hubungan badaniah antara lelaki dan perempuan harus dilakukan setelah menikah. Meninggalkan tubuh yang haus akan orgasme dan “barang” mengering.
Dan susah. Ketika umur terus bertambah, menyisakan cemas. Akankah seorang buah hati akan lahir?
Dan terlebih susah. Ketika belahan jiwa tak kunjung menyapa. Hanya terus menunggu, mendengarkan tik tok tik tok suara zaman.
Dan menjadi sangat susah lagi! Ketika pilihan semakin sedikit sementara desakan memborbardir dari segala sisi hingga yang tertinggal untuk ku hanyalah suami orang.

_Makassar, 27 Februari 2011

You Might Also Like

5 comments

  1. percis!! ternyata dirimu tak susah membaca isi hati ku hehe :)

    postingannya bagus & "mengena" *khususnya ke saya, plak!* hahaha :))

    ReplyDelete
  2. Eh ._. gak maksud menyinggung loh mbak. Tapi emang itu derita hampir semua perempuan yang memilih untuk menikmati hidup sendiri dulu :(

    ReplyDelete
  3. puisinya kayak bener2 udah pernah ngerasain..
    :))

    ReplyDelete
  4. hehehe ga menyinggung sama sekali kog,, santaaaaiiiii :)

    iyaa itulah perempuan lajang.. yang mungkin "beban" nya agak lebih berat ketimbang lelaki lajang...

    nice posting lhoo. i like it! :)

    ReplyDelete
  5. Gretqo: Loh saya kan baru berumur 12 tahun :o

    Mbak Alvina: ia ya mbak, perjuangannya lebih berat ._.
    makasih mbak :)

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad