Ocehan Perempuan Dalam 140 Karakter

11:00 pm

Menyambut International Women Day kemarin, saya ngoceh tentang perempuan di Twitter. Dan inilah ocehan saya terhitung dari memasukinya tanggal 8 Maret. Berhubung ocehan di twitter jadinya kurang sinkron antara satu dan lainnya.


Selalu... Dibalik kesuksesan anak-anak Adam, ada anak-anak Hawa yang menyokongnya dalam diam. #perempuan.

Sejarah slalu menafikan kehadiran mu. Mencoret mu dalam teks-teksnya. Kemudian mengangkat dan mencatat perjuangan kaum mu yang tidak seberapa. Tapi bukankah itu yg kalian cari? tak perlu kekuasaan, tak perlu puja, tak perlu pencitraan. Hanya sebagai pemain belakang #perempuan.

#Perempuan terkadang menyakiti kaumnya sendiri. berebut lelaki yang terkadang malah tidak pantas mendapatkannya. “Berhubung lelaki sedikit, mari kita berbagi suami!”| Bah! lbih baik aku perawan tua hingga mati.

KETIKA KORBAN DIPERSALAHKAN. “Dia diperkosa?”| “Pantas! Pakaiannya begitu, wajarlah diperkosa." Heran. Mengapa kami tak bisa berekspresi dan memakai pakaian apapun yg kami inginkan? Mengapa bukan; “Kasian...penjahatnya sudah ditangkap?” mengapa selalu “Pakai baju apa dia?” Heran. #perempuan

 “Istri saya nantinya harus pintar masak, beberes rumah, setrikaannya rapi, bisa ngatur rumah!” Sulit membedakan mencari istri atau pembantu. Yg membedakan istri dari pembantu: pembantu dibayar, istri?! #perempuan
Kadang iri dengan lelaki. Bukan, bukan iri pada kelamin mereka. Hanya pada kebebasan yg mreka miliki. #perempuan


Bukan hanya pada budaya patriarki, #perempuan juga terbentur tembok agama, militer, dan kapitalisme.

Lalu ada juga #perempuan yang merasa nyaman dengan kelemahannya. MANJA! Keseringan di manja dan nyaman akan kemanjaan itu, maka lemah-lah ia. Sering ku melihat, #perempuan yang selalu berlindung di bawah ketiak lelaki.

Katanya ranah domestik kodrat kaum #perempuan. Kodrat adalah sesuatu yang tidak dapat diubah! Kodrat #perempuan hanya mengandung, melahirkan, dan menyusui. Dan betapa indahnya suatu hubungan rumah tangga ketika keduanya berperan bersama-sama dalam ranah domestik dan publik.

Dan beruntunglah saya dikelilingi #perempuan perkasa. Padanya kekaguman ku kupersembahkan #perempuan.

Munafiklah #perempuan yang merasa rela/ingin di madu. Terlalu banyak kisah tentang mu yg diliputi cemburu karena berbagi suami. mimpiku bisa seperti putri Rasulullah, Fatimah dan suaminya Ali bin Abi Thalib. Pasangan jiwa, selamanya sampai diakhirat.

Jangan seperti #perempuan yang 1 itu, yg namanya diperingati tiap bulan April. Hanya bermimpi dan mengeluh, tapi menyerah pada sistem yang ada. Poor u. Lalu entah mengapa dianggap pahlawan! jangan sampai #perempuan lain mencontohnya. Bermimpi dan mengeluh toh nyerah jga. Lalu mati muda karena tekanan batin. jangan lemah #perempuan. Mari bermimpi dan mewujudkan mimpi itu. Dan marilah #perempuan, ini hari dan esok dan esoknya lagi untuk mu. Mari mengejar mimpi mu. SELAMAT HARI PEREMPUAN SEDUNIA .

Dan untuk #perempuan yang berjibaku dengan malam demi sesuap nasi, doaku selalu menyertai mu.

*Gambar Diambil Disini






You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad