Kisah Seribu Satu Malam

8:03 pm

-->
Kisah Seribu Satu Malam
Diterjemahkan oleh Husain Haddawy
Berdasarkan Naskha Syria Abad Keempat Belas yang Disunting oleh Muhsin Mahdi

Penerjemah Inggris-Indonesia: Rahmani Astuti
Penerbit Mizan



Katakan pada orang yang hidupnya tertembak panah,
"Betapa banyak orang merasakan hantaman nasib!"
Jika engkau tidur, mata Tuhan tidak;
Siapa bisa mengatakan waktu itu adil dan kehidupan selalu tetap?
_Kisah seribu satu malam

Dikisahkan bahwa dahulu kala pada masa pemerintahan wangsa Sasania di Jazirah India dan Indocina, hiduplah seorang raja yang bernama Syahrayar. Syahrayar adalah seorang kesatria bermartabat tinggi dan seorang pahlawan yang berani, tak terkalahkan, penuh semangat, dan keras kepala. Kekuasaannya mencapai seluruh negeri itu dan penduduknya, sehingga negeri itu setia kepadanya, dan rakyatnya mematuhinya.

Hingga suatu kemalangan menimpanya. Ia mendapati bahwa setiap kali ia tidak berada diistana, istri dan para budak perempuannya melakukan pesta seks dengan para budak laki-lakinya.Mengetahui hal tersebut ia diliputi ketidakpercayaan, kemarahan, serta kesedihan yang teramat dalam. Ia memerintahkan kepada wasirnya untuk memenggal istrinya dan dengan tangannya sendiri ia membunuh budak-budak perempuannya. Kemudian ia bersumpah akan menikah hanya untuk semalam dan membunuh wanita itu keesokan harinya, untuk menyelamatkannya dari kejahatan dan kelicikan wanita, katanya, "Tidak ada seorang wanita pun yang suci di mana saja di seluruh muka bumi ini."

Selanjutnya menjadi kebiasaan Raja Syahrayar, setiap malam mengambil putri pedagang atau rakyat jelata, melewatkan malam bersamanya, dan memerintahkan wasirnya untuk membunuhnya keesokan harinya. Dia terus melakukan hal itu sampai semua gadis mati, ibu-ibu mereka berkabung, dan timbul tuntutan di kalangan para bapak dan ibu, yang karena adanya kejadian mengerikan itu, mengadu kepada Pencipta langit, dan memohon pertolongan-Nya yang mau mendengar dan mengabulkan doa-doanya.

Melihat hal tersebut, putri sang wazir, Syahrazad, bermohon kepada ayahnya untuk dinikahkan dengan sang raja. Ia merasa dapat membuat Raja Syahrayar mempercayai perempuan lagi; "Aku ingin engkau menikahkan aku dengan Raja Syahrayar, sehingga aku akan berhasil menyelamatkan banyak orang, atau lenyap dan mati seperti yang lain." Tentu saja hal itu mendapat tentangan dari ayahnya, sang wasir. Tetapi karena kengototan Syahrazad, dengan berat hati ia menyerahkan putrinya ke raja.

Syahrazad adalah seorang gadis yang cerdas, berpengetahuan luas, bijaksana, dan halus budi pekertinya. Dia banyak membaca dan belajar. Dia sering membaca buku-buku kesusastraan, filsafat, dan ilmu pengobatan. Dia hafal puisi-puisi, mempelajari catatan-catatan sejarah, dan mengenal perkataan-perkataan dari banyak orang dan peribahasa dari para raja dan orang-orang suci. Bersama adiknya, Dinarzad ia membuat rencana. Saat Raja Syahrayar mencumbuinya ia menangis dan berkata bahwa ia mempunyai seorang adik, dan ia ingin mengucapkan selamat tinggal kepadanya sebelum fajar tiba. Sang raja lalu memerintahkan untuk menjemput sang adik, yang segera datang. Dinarzad berkata kepada Syahrazad bahwa ia ingin mendengarkan salah satu dongengnya yang indah untuk mengisi malam, sebelum ia mengucapkan selamat tinggal padanya. Dan begitulah, setiap malam Syahrazad menceritakan kisah-kisah indah kepada Raja Syahrayar dan Dinarzad, hinnga pada malam keseratus sang raja bersumpah tidak akan memerintahkan untuk membunuhnya.
"Tetapi pagi hari menjelang Syahrazad, dan dia menjadi terdiam. Lalu adiknya, Dinarzad, berkata ‘Kak sungguh menarik kisah itu’ Syahrazad menyahut, ‘Ini belum apa-apa jika dibandingkan dengan apa yang akan kuceritakan kepadamu besok malam, jika aku masih hidup".

Selama lebih dari tiga abad, Kisah Seribu Satu Malam, telah memikat imajinasi pembacanya. Mereka merasa senang sekali dengan suatu dunia yang di dalamnya kehidupan sehari-hari menjadi memesonakan-suatu dunia yang merupakan gabungan yang menyenangkan dan menyentuh hati antara kegemilangan yang semarak, penderitaan yang mengharukan, keindahan yang mencekam, dan humor yang bersahaja. Kisah-kisah ini dipenggal-penggal menjadi bermalam-malam, suatu pola tertentu, terus-menerus membuat pembacanya merasa tegang, dan membuat setiap adegan menjadi semakin dekat dengan kenyataan.

Kita dikenalkan akan budaya mendongeng bangsa Timur Tengah serta keindahan puisi dan sajak-sajaknya yang syarat makna. Layaknya Syahrazad yang mendongeng untuk keselamatan hidupnya, kisah ini beralur klimaks. Awalnya adalah kisah yang sederhana tetapi setiap malamnya bertambah menarik, hingga saya tak sabar untuk menamatkannya.

Nb: Kisah Aladin dan Lampu Ajaib serta Sinbad Si Pelaut yang sangat terkenal itu ternyata tidak masuk dalam naskah Syria asli abad keempat belas. Kisah ini baru ditambahkan pada tahun 1787 oleh pihak yang berkepentingan.

You Might Also Like

2 comments

  1. blognya bagus :D
    follow blog saya http://ulfahnurfaidah18.blogspot.com/2011/03/hampir-semua-hal-berawal-dari-pandangan.html

    ReplyDelete
  2. Makasih... okeh saya follow :)

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad