Keindahan dan Kesedihan

3:02 pm

-->
Keindahan dan Kesedihan
Oleh: Yasunari Kawabata

Sumber Terjemahan:
Beauty and Sadness (Tuttle Publishing, 2000)
Judul Asli:
Utsukushisa To Kanashimi To
Terjemahan dari bahasa Jepang oleh Howard Hibbet

Penerjemah: Sobar Hartini 
Editor: Anton Kurnia
Desain Sampul: Antorio Bergasdito

Penerbit: Jalasutra

“Begitulah, cinta tak selamanya berwajah indah, ia pun bisa menyebabkan kesedihan, bahkan kekejaman. Seperti terbaca dalam novel indah ini, cinta pada akhirnya adalah sebuah ironi. Sesuatu yang absurd, tetapi kerap tak bisa dihindari.”
_Anton Kurnia

Novel ini bercerita tentang pertemuan kembali seorang novelis terkemuka, Oki, dengan mantan kekasihnya, Otoko, yang sekarang telah menjadi seorang pelukis ternama, setelah dua puluh tahun affair mereka berakhir.

Saat mereka menjalin hubungan asmara, Oki telah beranak istri dan usia Otoko setengah usianya. Meskipun terjalin cinta diantara mereka, Oki tak dapat meninggalkan istrinya, karena keberadaan anaknya. Persoalan menjadi semakin rumit ketika Otoko hamil. Bayi perempuan yang terlahir mati, usia yang baru enam belas tahun serta kekecewaan yang teramat besar membuatnya berupaya bunuh diri. Setelah melewati masa-masa sulit di sebuah rumah sakit jiwa, Otoko pindah ke kota lain bersama ibunya membawa sekeping hati yang sedih dan sepi, meninggalkan Oki dan keluarganya. Otoko memulai hidup baru, merintis karir sebagai seorang pelukis. Sebentara Oki meraih sukses sebagai seorang penulis novel yang berkisah tentang mereka berdua.

Perpisahan puluhan tahun tak membuat cinta Otoko musnah. Meskipun menjalin hubungan lesbian dengan muridnya, Keiko, yang mencintainya dengan cara yang ganjil, hati Otoko tetaplah untuk Oki.

Kegetiran yang tak kunjung hilang dari hubungan gelap mereka, yang telah menghantui, dan meracuni segala yang ada di sekeliling mereka, menarik Keiko untuk menjadi artis dari suatu drama balas dendam yang aneh.

“Waktu dan sungai tidak akan pernah mengalir kebelakang.”
_Keindahan dan Kesedihan, Yasunari Kawabata

Saya hanya bisa terdiam tanpa mampu menyusun kata yang tepat untuk menggambarkan novel ini. Sangat indah, ya indah yang membuat mu turut merasakan kemuraman yang tokoh-tokoh ini alami. Yasunari Kawabata selalu dapat mendeskripsikan seting dan alur novel-novelnya, sehingga kita begitu mudah membayangkan keindahan Jepang saat itu. Dibandingkan “YukiGuni” (Snow Country), saya lebih menyukai kisah “Utsukushisa To Kanashima To” ini. Saya bertekad, wajib memiliki buku ini.

“Bukankah akhir dari sesuatu hal merupakan awal dari hal yang lainnya?”
_Keindahan dan Kesedihan, Yasunari Kawabata





You Might Also Like

3 comments

  1. Kelihatannya menarik :) Akan saya cari di toko buku nanti.

    ReplyDelete
  2. Saya juga sedang mencari di toko-toko buku, susah banget dapatnya ._. ini cuma pinjem di taman baca.

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad