The Einstein Girl

11:33 pm

-->
-->

 THE EINSTEIN GIRL
Karya Philip Sington

Penerjemah: Salsabila Sakinah
Penyunting: Zahra Ilma dan Anton Kurnia
Pemeriksa Aksara: Eldani
Pewajah Isi: Siti Qomariyah

Penerbit:
SERAMBI

“Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan terbatas, sedangkan imajinasi melingkupi dunia.”
_ Albert Einstein? Dari The Einstein Girl, Philip Sington.

Diambil dari cacatan sejarah tentang kehidupan pribadi Albert Einstein. Philip Sington mengisahkan dalam bentuk roman kehidupan Elisabeth, yang merupakan anak perempuan Einstein dengan seorang matematikawan Serbia, Mileva Maric.

Sejarah mencatat, pada 1986, surat-menyurat yang sebelumnya dirahasiakan antara Albert Einstein dan Mileva Maric dibuka untuk publik. Surat-surat itu mengungkap untuk pertama kalinya keberadaan seorang anak perempuan yang lahir dari pasangan ini setahun sebelum pernikahan mereka. Anak itu dipanggil Lieserl (Elisabeth) dan dilahirkan pada 27 Januari 1902, mungkin di Titel, sebuah desa yang saat itu menjadi wilayah provinsi Vojvodina, Austro-Hongaria. Namun, riwayat yang sebenarnya mengenai gadis itu tetap misterius hingga kini.

Dua bulan sebelum Adolf Hitler naik ke tampuk kekuasaan, seorang gadis cantik tanpa busana ditemukan dalam keadaan nyaris tewas di sebuah hutan di luar kota Berlin. Ketika gadis itu akhirnya pulih dari koma, dia tidak mampu mengingat apa pun, termasuk namanya sendiri.

Satu-satunya petunjuk identitasnya adalah secarik kertas yang terletak di dekat tempatnya ditemukan, berisi pemberitahuan sebuah kuliah umum tentang Teori Kuantum oleh Albert Einstein. Koran-koran pun dengan segera menamai gadis itu sebagai "The Einstein Girl".

Pisikiater Martin Kirsch berusaha keras menyingkap kebenaran dibalik kasus "Pasien E" ini, tetapi seiring berjalannya waktu yang ia habiskan bersama sang gadis, ketertarikan profesionalnya berubah menjadi rasa cinta. Penyelidikan intensifnya membawanya ke pedalaman Serbia melalui sebuah rumah sakit jiwa di Zurich, tempat ahli waris kegeniusan Albert Einstein-anak bungsunya, Eduard Einstein, tengah menulis sebuah buku yang akan menghancurkan reputasi ayahnya dan sekaligus mengubah dunia.

Sebua novel misteri tentang cinta kasih dan kegandrungan akan ilmu pengetahuan yang ditulis berdasarkan riset yang tekun, sekaligus sebuah perjalanan gelap menuju sisi psikologis yang tak pernah diungkap dari seorang ilmuwan paling cemerlang sepanjang sejarah. Berpijak pada kisah nyata, novel ini berpuncak pada tikungan kuantum yang mengejutkan.
Novel ini memicu rasa penasaran saya semenjak halaman pertama. Begitu menyihir sejak awal, meskipun akhir kisah sebuah antiklimaks. Philip Sington sungguh cerdas meramu sejarah dan imajinasi menjadi sebuah novel yang mendebarkan, membingungkan (Pada penjelasan tentang teori matematika dan físika. Maklum :p), penuh misteri, dan sangat indah.

“Bagi Einstein, kelihatannya, tidak ada keadilan pada perang, tidak ada yang benar dan salah. Yang ada hanyalah kegilaan dan kehilangan kebebasan berkehendak.”
_The Einstein Girl, Philip Sington






You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad