Memahami Homoseksual

1:26 pm

Di sini saya menulis sesuai pemikiranku dan perasaanku, sesuai hati nurani ku. Bila tidak berkenan, silahkan berhenti membacanya!!!

Sebagai orang yang “heteroseksual”, aku mencoba memahami mereka-mereka yang tidak biasa, tidak normal menurut norma, budaya, bahkan agama yang ada. Ya, yang saya maksud adalah mereka-mereka yang memiliki kecenderungan seks sesama jenis atau yang kita kenal dengan “homoseksual”.

Mula-mula homoseksual dipandang sebagai suatu penyakit yang harus diobati tetapi, dengan seiring waktu yang berjalan, homoseksual lebih diselidiki sebagai suatu proyek untuk memahami ilmu hayat, ilmu jiwa, politik, genetika, sejarah, dan variasi budaya dari identitas dan praktek seksual.

Mengapa Mereka Bisa Berbeda?
Setiap individu (manusia) itu sendiri mempunyai potensi untuk menjadi seorang homoseksual. Meskipun kecenderungan ini memiliki tingkatan-tingkatan yang berbeda. Pada kebanyakan orang, kecenderungan ini sangat kecil, sehingga tidak dirasakan keberadaannya. Tetapi pabila kecenderungan itu bisa mengakibatkan seseorang mengagumi kemudian tertarik dan terangsang terhadap sesama jenis, maka orang tersebut dapat dikatakan sebagai homoseksual.

Sesuai data-data yang saya dapat, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang homoseksual yaitu:
1. Susunan Kromosom
Susunan kromosom pada homoseksual memiliki perbedaan dari susunan kromosom pada heteroseksual. Pada seorang perempuan, akan mendapatkan satu kromosom x dari ibu dan satu kromosom x dari ayah. Sedangkan pada pria, mendapatkan satu kromosom x dari ibu dan satu kromosom y dari ayah. Kromosom y adalah penentu kecenderungan seks pria.

Jika terdapat kromosom y pada seseorang, sebanyak apapun kromosom x-nya, dia tetap berkelamin pria. Hanya saja, pada mereka akan mengalami kelainan pada kelaminnya. Dan hal ini dapat terjadi pada 1 diantara 700 kelahiran bayi.

2. Hormon yang Terdapat Dalam Tubuh
Ada dua jenis hormon seksual yang diproduksi oleh kelenjar endokrin dan memberikan efek khusus terhadap organ tubuh lainnya, yaitu hormon estrogen dan hormon androgen. Kedua hormon ini dimiliki oleh laki-laki dan perempuan dalam jumlah yang berbeda.

Hormon Estrogen diproduksi lebih banyak oleh perempuan, hormon ini berfungsi merangsang pertumbuhan organ seksual perempuan, mengatur siklus menstruasi pada perempuan, menjaga elastisitas dan kelembaban dinding vagina. Hormon Estrogen yang dimiliki laki-laki diproduksi dalam jumlah yang sangat kecil dibandingkan perempuan tetapi, ada kasus-kasus khusus dimana hormon ini diproduksi dengan jumlah yang lebih besar. Hal ini mengakibatkan perubahan secara fisik pada laki-laki, seperti pembesaran payudara dan kekurangan rambut pada bagian tertentu. Dan apabila hormon ini diproduksi lebih banyak lagi oleh organ seksual laki-laki, akan mempengaruhi kemampua ereksinya.

Hormon Androgen yang diproduksi lebih banyak oleh laki-laki berfungsi memicu pertumbuhan testis pada janin, membantu pertumbuhan rambut pada bagian tertentu tubuh, memperdalam suara dan menumbuhkan otot. Secara umum, laki-laki memproduksi rata-rata 6-8 mg per hari dan perempuan memproduksi rata-rata 0,5 mg per hari. Jika hormon ini diproduksi lebih banyak pada perempuan, maka akan membawa dampak fisik seperti pertumbuhan rambut pada bagian tertentu tubuh, misalnya rambut pada kaki dan tangan dalam jumlah yang lebih besar, pertumbuhan kumis tipis, dan memperdalam suara. Dan pabila diproduksi dalam jumlah yang besar pada perempuan maka akan mempengaruhi hasrat seksual perempuan.

3. Struktur Otak
Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) journal, mempublikasikan hasil riset ilmuan Swedia dari Karolinska Institute, institut Nobel, yang memaparkan bahwa menjadi seorang gay atau lesbian sangat dipengaruhi oleh faktor biologis. Otak seorang laki-laki gay dan perempuan heteroseksual memiliki ukuran yang hampir sama, sedangkan perempuan lesbian dan laki-laki heteroseksual memiliki ukuran otak bagian kanan yang lebih besar.

Dengan memindai 90 orang heteroseksual dan homoseksual, diperoleh data bahwa amygdala, bagian otak yang mengatur emosi (termasuk respon hormonal) seseorang berbeda-beda. Seorang laki-laki gay memiliki amygdala yang mirip dengan perempuan heteroseksual dan perempuan lesbian memiliki amygdala yang mirip dengan laki-laki heteroseksual.

4. Faktor-faktor lainnya
Faktor-faktor ini berhubungan langsung dengan masyarakat dan budaya yang berada di tempat tinggal seorang homoseksual. Hubungan orang tua dan anak, peran gender dalam masyarakat, kekerasan seksual (sexual abuse), norma dan  kefanatikan agama dapat membuat seseorang, bila dapat saya katakan, berontak dari keadaan yang ada.

Salahkah mereka jika berbeda dengan kita?
Salahkah? Dari data diatas yang saya paparkan, salahkah mereka? Salahkah mereka bila dari empat faktor yang menyebabkan mereka homoseksual, tiga diantaranya berhubungan langsung dengan biologis?
Bisakah mereka mengubah kromosom, hormon, dan struktur otak yang terdapat pada diri mereka?
Bisakah mereka?!!

Lalu dasar atas apa kita memandang mereka sebagai pendosa yang eksistensinya harus dihilangkan dari muka bumi ini?! Bukankah mereka juga manusia yang memiliki hak untuk hidup dan mengakui identitas seksualnya.

Dan bila memang mereka seorang pendosa, siapakah kita yang menghukumi, membunuh, dan menganiyaya mereka?!! Tuhankah kita? Tuhankah anda?

*Gambar diambil disini  

You Might Also Like

7 comments

  1. Saya sependapat sama kamu. Kita bukan Tuhan, dan kita nggak berhak (sama sekali) dalam me-label-i seseorang.

    ReplyDelete
  2. there there,
    I agree dan seneng masi ada yang sepaham dengan saya.
    Homosexuality, dosa apa engga,
    bukan hak nya manusia bt gugat.
    Selama mereka tidak merugikan, sepertinya ga ada alesan kenapa orang harus anarkis, baik secara verbal maupun fisik.

    Lovely one dear... :)
    #StraightagaintsH8
    :)

    ReplyDelete
  3. All: ya... Dari dulu saya diajarkan untuk tidak menghakimi seseorang karena apa yang kita nilai buruk belum tentu buruk di mata Allah.

    ReplyDelete
  4. Saya tidak setuju kalau menjadi homoseksual adalah hasil sebuah pilihan. Artinya, anda adalah sejatinya seorang heteroseksual lalu karena pengen beda lalu mengambil sesuatu yang lain, yang keluar dari rule yang sudah digariskaan sang Pencipta. Adakalanya menjadi homoseksual adalah karena kecewa dan pilihan bodoh. Syukurilah apa yang sudah jadi takdir. *Takdir itu adalah hasil usaha kerja keras, bukan menerima apa adanya.

    ReplyDelete
  5. Saya kirim comment, masuk apa gak ya?
    Makasih kalau udah dimuat.

    ReplyDelete
  6. Sependapat banget... tapi inget juga banyak yang "memilih" untuk jadi homosexual (kebawa lifestyle), and quite proud of it... Boys should be boys and girls should be girls unless God made them the other way around :)

    ReplyDelete
  7. All: Kalaupun ada yg “memilih” menjadi homoseksual karena berbagai alasan yg rancu, siapa kita ini yg merasa berhak mencampuri pilihan orang lain? Sebentara diri kita pun belum tentu baik. Belum tentu suci tak berdosa. Kita yg heteroseksual mungkin berfikir mereka tolol karena memilih kehilangan nikmatnya hubungan antara perempuan dan lelaki. Tapi pernahkah kita berfikir? bahwa mereka pun merasa kita tolol karena kehilangan nikmatnya berhubungan sesama jenis.

    Lalu untuk takdir. Setau saya ada 2 macam takdir. yg bisa diubah dan yg tak bisa diubah. Untuk kasus2 yg non-biologis, memang bisa mengembalikan mereka menjadi heteroseksual jika “permasalahan” yg membuat mereka homoseksual diatasi. Tapi saya mohon, jangan dengan cara pemaksaan ataupun pengucilan. Lalu untuk kasus biologis? bagaimana mengubahnya?

    Saya ingin kita bisa memahami mereka. Tidak mengucilkan mereka. Juga tidak menganggap mereka pendosa, karena, siapa manusia di dunia ini yg tidak pernah berbuat dosa?

    Marilah kita mengulurkan tangan persahabatan untuk mereka.

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad