Kuliah oh kuliah

10:59 pm

Rasanya aku tidak sanggup lagi untuk melanjutkan study ini. Aku tidak sanggup lagi belajar di suatu institusi, aku ingin bebas, tidak terkekang. Aku ingin merantau. Aku bosan dengan suasana yang itu-itu saja. Aku ingin tinggal di hutan tanpa perlu belajar dan hidup untuk hari itu saja. Aku ingin ke tempat-tempat yang mengagumkan.

Kesannya emang gak sukur banget, banyak anak yang mau kuliah tapi gak bisa karena masalah biaya. Tapi aku malah menyia-nyiakan kuliah ku. Bukan menyia-nyiakan si, dulukan aku sudah bilang, aku tidak bisa, aku tidak sanggup untuk kuliah lagi. Otak ku tidak sanggup. Aku tidak bisa mengikuti pelajaran di Sastra Jepang ini. Betulkan??? Aku terancam Drop Out (DO), dan aku tak sanggup untuk membetulkannya.

Jadi buat apa aku tetap kuliah?
Aku buang-buang uang saja. Lalu apa kegiatan ku bila tidak kuliah? Hidup bergantung terus-terusan pada keluarga ku? Hidup seperti parasit?
Aku cuma ingin mengasah kemampuan menulisku. Harusnya aku masuk Sastra Indonesia saja. Aku ingin belajar fotografi. Aku ingin les menjahit. Hanya itu obsesiku tak lebih, haruskah aku bertitle sarjana?
Mengapa sangat susah keluar dari presepsi? Mengapa presepsi itu begitu mengekang? Memasung ku dan menjerat ku, hingga aku tak bisa kemana-mana? Ya.. aku telah melantur terlalu jauh kurasa.

Aku tak sanggup melanjutkan di Sastra Jepang ini. Aku sudah berusaha, sudah mencoba tapi tak bisa. Aku bakalan DO dan sudah tidak punya kemampuan untuk tes ulang lagi. Memori pelajaran SMA ku sudah terbang entah kemana (kecuali tentang pelajaran sejarah dan sosiologi, kurasa aku masih bisa mengingatnya).

Dari tadi aku mengeluh terus ya?
Ya ada yang aku dapat dari Sastra Jepang, itu tak bisa ku ungkiri.Teman-teman sastra ku, kebudayaan Jepang itu sendiri juga tentang buku-buku sastra Jepang yang berkualitas. Tapi itu pun tidak membuatku ingin tetap berada disana. Tidak! Demi Tuhan, aku merasa tersiksa.

Aku tidak malu bila di DO dan tidak menjadi sarjana, aku juga tidak masalah dengan hal itu. Tapi keluargaku? Haruskah aku membuat berderet-deret orang yang kecewa? Dan haruskah aku mengecewakan diri ku sendiri agar tak ada yang kecewa kepada ku?

You Might Also Like

6 comments

  1. hei, dude.
    oh c'mon, saya tau kau punya kemampuan. jangan disia-siakan dong.
    itu cuma bawaan 'setan'.
    'Setan' itu yang bikin kamu malas.

    I KNOW YOU CAN.

    ReplyDelete
  2. gitu ya dhan. hehehe udah terancam DO ni tmn mu,hehe. klo bisa transfer k'emma bkalan transfer, klo tidak... gak tw jga. hehe

    ReplyDelete
  3. knapa nggak coba pindah jurusan? atau pindah fakultas aja? itu cuma satu-satunya jalan keluar sih menurutku supaya terlepas dari ancaman DO..

    ReplyDelete
  4. Ia klo memungkinkan bwat pindah fakultas ya pindah.tpi klo gak bsa... ya gak tw jga =p

    ReplyDelete
  5. pasti bisalah, coba aja konsultasi ke bagian akademik, pasti diijinkan.. :)

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad