THE END

4:38 pm


(Hening)
Tik tak tik tok tik tak tik tok (Suara jam berdetak)
Bum!!! (Suara bantingan pintu)
“Sialan!!!”
“???”
“Kau!??”
“Apa? Mengapa kau pulang dengan lagak seperti itu?” (Emosi terkontrol)
“Dimana kau saat kejadian itu berlangsung?” (Mendidih)
“Itu bukan urusanmu!” (Berjalan menuju pintu)
“Bila mengenai kau itu sudah menjadi urusanku!” (Mencekal)
“Lepaskan aku!”
“Dimana kau saat itu?” (Masih mencekal)
“Dimana aku itu bukan hal penting, LEPASKAN AKU!”
(Melepaskan cekalan dan membiarkannya berlalu)
Dua hari yang lalu
“Kau minum, benarkan?” (Menyodorkan minuman)
“Ya.”
“Dia tahu kau ada disini?”
“Entahlah…” (Cuek)
Sekarang
“Perempuan berengsek!” (Menghempaskan badan ke sofa)
(Hening, sesekali terdengar helaan nafas)
Setahun yang lalu
“Aku hamil.”
“Apa? Benarkah? Kau sudah kedokter? Kau seriuskan?”
“Ya aku serius,” (Geli) “Aku belum kedokter, aku ingin memeriksanya bersamamu.” (Tersenyum)
“Lalu, dari mana kau tahu…”
“Bahwa aku hamil? Aku perempuan sayang.” (Tersenyum)
“Ah…ya!” (Tersenyum lalu memeluk)
Sekarang
(Hening)
(Suara pintu dibuka)
“Kau sudah tidur?” (Berjalan mendekat) “Maafkan aku, tak seharusnya aku membentakmu.”
“Apa yang kau ragukan? Tak ada yang kusembunyikan.”
‘Yah…Tapi…Ada yang ganjal. Kau menghilang saat kejadian itu.”
“Hah!” (Memunggungi)
Setahun yang lalu
“Kita akan mempunyai anak!” (Memeluk dan mencium)
“Ya…Hey! Geli tau” (Tertawa dan balas memeluk)
Dua hari yang lalu
“Kau mencintainya?” (Agak mabuk)
“Menurutmu?”
“Hahaha…Ya! Kau mencintainya bahkan sangat tergila-gila padanya.” (Meneguk minuman) “ Meskipun dia telah kehilangan minat padamu. Hahaha… Perempuan malang! Hahaha…”
“Oh ya?” (Emosi terkontrol)
“Ya!” (Meneguk minuman) “Kau telah kehilangan simpatinya bahkan mungkin cintanya, semenjak kau keguguran.” (Sangat mabuk) “Dan dia mengira kau dengan sengaja menggugurkan anaknya.”
“Ya, ada yang memasukkan obat pencahar di makanan ku.”
“Salah sayang, salah…” (Menggelengkan kepala) “Bukan dimakananmu, bukan. Hahaha…”
“Lalu dimana? (Dengan nada bersekongkol)
“Di minumanmu, kau mau tahu siapa yang melakukannya?”
Sekarang
(Ikut berbaring) “Ada sidik jari mu di gelas itu.”
(Menghela nafas lalu berbalik) “Ya, aku memang bertemu dengannya.”
“Apa yang kau sembunyikan? Demi Allah, dia kakak ku, kau tak mau membantuku mencari pembunuhnya?”
( Menghela nafas) “Aku yang membunuhnya.”
Dua hari yang lalu
“Aku! Aku yang melakukannya! Hahaha…Tau rasa kalian.” (Mencengkram bahu si perempuan) “Aku! Aku yang pertama bertemu dengan mu, dan berengsek kalian! Menikah tanpa sepengetahuan ku! (Sangat mabuk)
(Tersenyum miris lalu merogoh tas)
DOR!!!
(Hening)
(Perlahan bangkit dari kursi dan berlalu)

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad