3:00 pm

Hari ini tidak seperti hari-hariku yang membosankan lainnya. Hari ini aku menjadi saksi pertemuan dua insan manusia…
Pagi ini, aku terbangun oleh cicitan tikus yang berakhir di dalam perut si raja malam bermata besar. Aku sedikit kesal, mengapa mahluk-mahluk yang diberi rahmat bergerak aktif ini selalu saja mengganggu ketenanganku? Mengapa mereka tidak menghormati aku ini? Aku sudah memberikan mereka keteduhan dengan daun-daunku, memberikan oksigen untuk mereka bernafas, buahku untuk menghilangkan rasa lapar mereka, dan masih banyak lagi yang kuberikan kepada mereka! Tetap saja mahluk yang tak tahu berterimakasih itu selalu menggangguku. Apa lagi mahluk berkaki dua yang berjalan tegap itu, yang menyebut diri mereka manusia, sudah tak terhitung banyaknya penderitaan pada kaumku yang disebabkan oleh mereka. Yah… Sudahlah…
Saat matahari sudah hampir berada diatasku, tiba-tiba seorang manusia berlari kearahku lalu memelukku ( Tentu saja kedua tangannya tak bisa melingkari tubuhku ) dan berkata “ Senagnya!!! Kukira di kota ini aku tak akan melihat pohon apple sebesar ini. Kau mirip pohonku! Salam kenal pohon. “ Oh… Bagaimana aku harus menjawab salamnya? Maka kugoyangkan dahanku dan kujatuhkan sebutir buahku yang telah ranum. Dia tertawa dan memelukku lagi. Oh… Aku menyukai manusia yang satu ini. Tapi bagaimana dengan teman manusiaku yang satunya lagi? Apakah dia bakalan mengisinkan manusia ini mengunjungiku? Astaga! Aku belum bercerita tentang sohib kecilku yang satu itu…

Dia manusia yang mananamku dan merawatku. Saat itu aku masih setinggi bahunya, dan dia masih sangat kecil, tidak seperti sekarang, tentu saja dia telah bertumbuh, sama seperti aku, tapi aku tumbuh dengan cepat, bahkan kotak-kotak yang dia sebut rumah telah kalah tinggi dan besarnya dari aku. Kami berteman, dia selalu mengadu padaku bila ada sesuatu yang mengganjal di hatinya dan juga dia bercerita bila ada yang membuatnya senang. Yah…itulah sohib kecilku. Tapi manusia yang satu ini agak berbeda dengan sohib kecilku, dia lebih kecil, rambutnya lebih panjang, dan gerakannya lebih halus, seperti semilir angin, lebih gemulai… “Hai! Kau disitu! Apa yang kau lakukan disini?” Gawat! Sohib kecilku telah datang dan dia agak kasar pada mahluk sejenisnya.
“Hai… Aku orang baru disini.”
“Apa perlu mu?” Oh…mengapa sohib kecilku ini! Tingkahnya sungguh tak sopan.
“Emmm…Aku cuma …”
“APA?!” Sohib kecilku berjalan mendekati kawan baruku dan menarik tangannya. Oh tidak!
“Hei! Apa-apaan kau ini! Lepaskan aku!”
“Kau siapa? Apa…” Sohib kecil ku terdiam, dan mukanya memerah, semerah buah ku. Kenapa dia? Dia melepaskan tangan kawan baruku dan membungkuk sambil meminta maaf. Minta maaf? Ini sesuatu hal yang aneh, sohib kecilku tak pernah meminta maaf pada mahluk sejenisnya. Tapi ini? Hei! Dia mengajak kawan baruku masuk kekotak itu dan mereka berjalan menjauhiku…
Hmmmm…

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad