12:38 pm

Tuhan...
Jika suatu hari nanti aku menjadi orang yang berhasil buat aku tidak lupa...
Tuhan...
Jika aku menjadi pemimpin kelak, buat aku rendah hati.
Tuhan...
Jika aku menjadi orang kaya buat aku tidak melupakan orang kecil.

Jika suatu hari aku lupa Tuhan,
ingatkan aku...
Jika aku tetap saja membalikkan muka dari-Mu,
ambillah kekayaanku,
ke pemimpinanku,
ke besaranku Tuhan.
ambillah...

Karna aku tak ingin menjadi seperti "mereka"

You Might Also Like

3 comments

  1. Menarik puisinya. Ya, pesan saya jangan sampai tidak konsisten dengan apa yang ditulis. Pertahankan maksud dari kalimat-kalimat yang ditulis. Ini merupakan suatu pilihan. Baik sekali tekad yang disampaikan tersebut.

    Saya baru saja membaca Majalah "Mataair". Maaf kalau kita tidak seagama, tetapi ini adalah contoh bagaimana seorang Umar Ibn Khatab, sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan "Singa Padang Pasir" , seorang pemberani menangis di dekat Rasulullah. Kenapa dia menangis. Dia melihat Nabi tidur di atas tikar yang sebahagian tubuhnya terjuntai di atas tanah. Umar menangis karena seorang kekasih Allah SWT tidur di atas tikar dan menimbulkan bekas-bekas di tubuhnya, sementara kaum yang lain tidur di sebuah tempat tidur yang mewah. Tetapi Nabi berkata kepada Umar, bahwa hidup itu adalah sebuah perjalanan sementara, di mana di dunia ini kita seakan-akan beristirahat sementara. Tujuan akhir hidup bukan di dunia ini, tetapi nanti di akhirat.

    Oleh karena itu saya setuju sekali dengan kalimat-kalimat yang dibuat, tetapi tolong tetap dipertahankan.

    ReplyDelete
  2. jika aku....
    membuatmu jauh & lupa kepada-NYA,
    maka tinggalkanlah aku!!
    dan jika aku....
    membuatmu ingat kepada-NYA.
    maka jgn jadikanku alasan tuk dekat kepada-NYA!!

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad